Tragedi Genosida Rwanda, Luka Dalam Bagi Suku Tutsi

No Comments
tragedi genosida rwanda

Peristiwa Kejahatan Genosida pasti tak pernah terpikirkan akan terjadi pada kita. Kejahatan kemanusiaan yang satu ini tentu saja merugikan banyak pihak. Dan menimbulkan trauma yang pasti akan membekas bagi para penyintas. Termasuk Tragedi Genosida Rwanda yang terjadi pada tahun 1994. Ini dia Sejarah dan Kronologi singkat mengenai Tragedi Genosida di Rwanda

tragedi genosida rwanda

Kronologi Tragedi Genosida Rwanda

Penyebab genosida rwanda adalah karena pada tahun 1993 Presiden Rwanda berencana untuk melakukan penyatuan etnis dan suku yang ada dan tertuang dalam Piagam Arusha. Namun, hal itu di tentangt oleh banyak pihak karena di anggap tidak etis.

Dan sampai akhirnya peristiwa tragis penembakan Presiden Habyarimana di pesawat yang ia tumpangi pada 6 april 1994 kontan mengakhiri masa 2 tahun pemerintahannya. Lebih mengerikan lagi, peristiwa ini memicu pembantaian etnis besar-besaran di Rwanda. Hanya dalam beberapa jam setelah Habyarimana terbunuh, seluruh tempat di Rwanda langsung diblokade.

Pasukan khusus Pengawal Presiden dengan bantuan instruktur Prancis segera beraksi. Mereka bekerja sama dengan kelompok militan Rwanda, Interahamwe dan Impuzamugambi.

Dimulai dari Ibu Kota Rwanda, ketiga kelompok bersenjata itu mulai membunuh siapa saja yang mendukung Piagam Arusha tanpa memedulikan status dan sebagainya. Sampai akhirnya peristiwa mengerikan ini terus berlanjut dan memakan korban sampai 800.000 jiwa suku minoritas Tutsi dan menyebabkan banyak mayat korban penyerangan ini yang berserakan di pinggir jalan.

Pembantaian satu ini termasuk salah satu kejahatan genosida yang paling sadis di Dunia. Penyelesaian genosida rwanda yaitu dengan ceriabet adanya Sebuah akad yang membentuk lembaga pengadilan penjahat perang, yang kesudahan dijadikan International Criminal Tribunal for Rwanda.

Selain itu, untungnya saja akhirnya satu persatu orang yang bergerak di balik layar peristiwa ini akhirnya mendapatkan hukuman. Kepolisian Paris telah menangkap pria paling dicari di Rwanda, Felicien Kabuga, seorang arsitek genosida yang menewaskan sekitar 800.000 orang pada 25 tahun yang lalu.

Felicien Kabuga adalah buron yang kepalanya diberi imbalan US$ 5 juta (Rp 74,5 miliar). Dia dituduh mendanai genosida 1994, yang menewaskan lebih dari 800.000 etnis Tutsi dan Hutu moderat yang berusaha melindungi mereka.

Kabuga di duga memberikan dana untuk orang – orang melakukan penyerangan dengan menggunakan parang. Selain itu, Otak dari rencana pemberontakan satu ini juga di beritakan telah meninggal di dalam sel karena komplikasi yang di deritanya.

Categories: Blog Tags: Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.