Kisah Pembantaian Di Poso

No Comments

Konflik Poso adalah sebutan untuk serangkaian kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Konflik ini terjadi sejak 25 Desember 1998 hingga 20 Desember 2001. Peristiwa Konflik Poso dimulai dari sebuah bentrokan kecil antarkelompok pemuda sebelum akhirnya menjalar menjadi kerusuhan bernuansa agama. Dari peristiwa ini, dirinci bahwa terdapat 577 korban tewas, 384 terluka, 7.932 rumah hancur, dan 510 fasilitas umum terbakar. Kerusuhan ini kemudian berakhir pada 20 Desember 2001 dengan ditandangani Deklarasi Malino antara kedua belah pihak.

Selain itu, korban lainnya diketahui bernama Lukas Lese dan Papa, juga tewas, dan kedua jenazahnya masih dalam proses evakuasi oleh Satgas Madago Raya. “Iya benar empat orang warga asal toraja itu tewas dibantai , semuanya warga asal Toraja, kejadiannya tadi, pihak Satgas Madago Raya masih melakukan proses evakuasi kedua korban lainnya Lukas Lese dan Papa,” kata Mama Kevin, Warga Lore Timur, yang dikonfirmasi Selasa malam. Saat itu, Papa Kila bersama dua rekannya yakni Papa Dewi, dan Nenek Dewi sedang bermain di  situs slot gacor terbaru dan  beristirahat di kebun miliknya yang berada di Desa Kalimago, Kecamatan Lore Timur. Papa Kila merupakan saksi yang selamat.

Begitu mengetahui teroris akan menyerang dirinya dan warga lainnya, P langsung melompat ke jurang dan langsung melarikan diri. P mengungkapkan, dia sudah mengetahui jika teroris yang mengeluarkan parang panjang itu hendak membantai warga, untuk itu dia sempat meminta 2 korban untuk segera mengikuti dirinya melarikan diri.

Aksi serupa, sebelumnya terjadi tanggal 27 November 2020, di mana Teroris MIT memenggal kepala 1 (satu) keluarga dan membakar 6 (enam) rumah tinggal di Desa Lembon Tongoa, Kec. Palolo, Kabupaten Sigi, itupun masih meninggalkan duka dan trauma yang mendalam.

Kelompok teroris MIT sepertinya terus bermetamorfosa dan melakukan perlawanan terhadap komitmen nasional dan internasional Negara dalam menumpas aksi terorisme.

Akhirnya terbawa suasana pada 1998 hingga 2001. Poso bagi saya adalah neraka liputan. Pada masa itu lebih dari 600 rumah terbakar, sekitar 60 ribu warga mengungsi. Jangan tanya jumlah warga yang tewas, saya pegang data jumlah korban tewas. Mengerikan!

 

Categories: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.