Jalan Raya Pos

Jalan Raya Pos , Peristiwa Genosida Sadis Di Indonesia

Jalan Raya Pos atau yang dulunya dikenal dengan nama De Grote Postweg adalah jalan yang memiliki panjang sekitar 1000km yanag terbentang sepanjang utara Pulau Jawa, dari Anyer sampai Panarukan.

Jalan Raya Pos

Menurut buku Pramoedya Ananta Toer , proses pembuatan jalan ini telah memakan korban sebanyak 12 ribu jiwa. Inilah yang menjadikan Jalan Raya Pos sebagai salah satu kasus genosida terbesar di Indonesia.

Kala itu Pemerintahan Prancis yang menguasai Belanda dan wilayah jajahannya menyuruh Herman Willem Daendels untuk memperkuat Pulau Jawa dari musuh bebuyutannya , Inggris. Daendels diutus langsung oleh Louis Bonaparte , eksekutor proyek ini yang juga adik dari Napoleon Bonaparte.

Hasil gambar untuk louis bonaparte

Dengan adanya Jalan Raya Pos , tranportasi seluruh pasukan yang melibatkan tentara dari Pribumi, Prancis, dan Belanda lebih mudah. Dengan begitu semakin mudah untuk mereka mengkespor hasil bumi di Pulau Jawa ke Belanda.

Daendels sendiri baru menginjakkan kakinya di Pulau Jawa pada 5 Januar 1908. Saat itu ia berada di Anyer dan menaikki kuda untuk pergi ke Batavia. Jalan yang menghubungkan Anyer dan Batavia kala itu sudah ada , hanya saja waktu tempuhnya yang cukup lama yaitu 4 hari 4 malam dianggap Daendels tidak masuk akal. Akhirnya slot online Daendels menginginkan waktu tempuh hanya sehari semalam saja dari Anyer ke Batavia untuk mempermudah pergerakan militer untuk mengadang Inggris yang ingin berlabuh.

Memulai proyek jalan ini dari Butenzorg (Bogor) menuju Cisarua hingga ke Sumedang. Proyek ini setidaknya membutuhkan 1.100 orang untuk pengerjaan awalnya.

Untuk memberikan semangat kepada para pekerja , Daendels menyediakan 30 ribu gulden yang akan diberikan kepada pekerja sesuai dengan kesulitan pekerjaan yang telah dilakukannya. Berikut adalah rinciannya :

  • Rute Cisarua-Cianjur (10 ringgit perak per orang/bulan)
  • Rute Cianjur-Rajamandala (4 ringgit perak per orang/bulan)
  • Rute Rajamanadala-Bandung (6 ringgit perak per orang/bulan)
  • Rute Bandung-Parakanmuncang (1 ringgit perak per orang/bulan)
  • Rute Parakanmuncang-Sumedang (5 ringgit perak per orang/bulan)
  • Rute Sumedang-Karangsembung (4 ringgit perak per orang/bulan)

Namun dikarenakan jalur upah pemberian sangat panjang yaitu dari Daendels ke Perfek Residen kemudian ke Bupati membuat upah tersebut tidak didapatkan oleh pekerja sepeserpun. Menurut sejarah , Bupati saat itu yang mendapatkan seluruh upah para pekerja tersebut.

Selain tidak mendapatkan upah , para pekerja juga mengalami masalah lain yaitu faktor alam sekitar. Seperti misalnya untuk menghancurkan bukit Cadas, Daendels mengutus Komandan Zeni, Brigadir Jenderal Von Lutzow untuk melepaskan tembakan artileri.

Jalan Raya Pos

Setelah proyek ini sampai ke Karangsembung , setidaknya sudah ada 5000 jiwa yang tewas dalam pengerjaan proyek ini.

Belum cukup sampai situ , tepatnya di bulan Juli 1808 , Daendels berhasil menginjakkan kakinya di Semarang. Di sini Daendels berhasil meyakinkan para Bupati daftar klikwin88 dengan embel embel jika Jalan Raya Pos bisa mensejeterahkan para rakyat. Alhasil Daendels berhasil mendapatkan pekerja tambahan yang diupahi oleh Bupati tersebut dan berhasil sampai ke Cirebon.

Di bulan selanjutnya , proyek jalan ini sudah sampai ke Panarukan. Sesampainya di Panurukuan , setidaknya sudah ada 12.000 pekerja tewas karena proyek tersebut. Penyebab kematiannya bermacam macam , mulai dari dampak kerja rodi sampai ke pembiaran saat pekerja terserang wabah penyakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *