Genosida Srebrenica, Upaya Pembersihan Etnis Muslim Di Bosnia

No Comments

Memperingati tragedi genosida 11 Juli 1995, di mana berlangsung pembantaian kaum muslim Bosniaks di Kota Srebrenica, Bosnia dan Herzegovina, dunia seolah berhenti. Genosida atau pembantaian massal adalah bagian dari sejarah, yang walaupun kelam, tak bisa dipungkiri pernah sangat terjadi. Ratapan, darah, dan nyawa. Genosida tetap menyasar banyak manusia tak berdosa. Ada lima perihal yang bisa didefinisikan sebagai genosida, yaitu bermaksud menghancurkan, secara total atau sebagian, grup nasional, etnis, ras atau agama seperti yang terjadi pada the great purge.

Sejak 1915, etnis Armenia yang tinggal di Kesultanan Ottoman, Turki, dikumpulkan, dideportasi, dan dieksekusi atas perintah legal pemerintah. Pembantaian, pemulangan, deportasi paksa, dan kematian dikarenakan penyakit di kamp-kamp konsentrasi, diperkirakan menewaskan lebih dari 1 juta etnis dari agen Armenia, Asyur, dan Yunani pada th. 1915 dan 1923. Ketidakstabilan pemerintahan yang berlangsung pasca-runtuhnya Kekaisaran Ottoman jadi pemicunya. Pembantaian Srebrenica (disebut terhitung Genosida Srebrenica) adalah kejadian pembantaian terhadap lebih kurang lebih dari 8000 lelaki dan remaja etnis Muslim Bosniak terhadap Juli 1995 di area Srebrenica, Bosnia oleh pasukan Republik Srpska pimpinan Jenderal Ratko Mladić.

Genosida Srebrenica 11 Juli 1995

Jenderal Mladic kini jadi buronan internasional yang sudah didapati bersalah dikarenakan genosida dan bermacam kejahatan perang lain di Yugoslavia. Pada 27 Februari 2007, Mahkamah Internasional menentukan kejadian ini sebagai sebuah genosida. Selain slot online terpercaya pasukan Serbia Bosnia, pasukan paramiliter Serbia Scorpion (pernah jadi bagian dari Kementerian Dalam Negeri Serbia hingga 1991) dan juga ratusan sukarelawan dari Ukraina dan Rusia terhitung ikut bersalah atas pembantaian ini. Pada th. 1992, peperangan pecah pada Serbia dan Bosnia.

Karena kekejaman dan pembersihan etnis yang dilaksanakan para tentara Serbia, umat Muslim Bosnia kudu mengungsi ke kamp-kamp pengungsian. Srebrenica adalah keliru satu kamp terbesar dan dinyatakan oleh PBB sebagai zona aman. Kamp itu sendiri dijaga oleh 400 penjaga perdamaian dari Negeri Belanda. Pada tanggal 6 Juli 1995, pasukan Korps Drina dari tentara Serbia Bosnia terasa menggempur pos-pos tentara Belanda di Srebrenica. Pada tanggal 11 Juli pasukan Serbia memasuki Srebrenica.

Anak-anak, wanita dan orang tua berkumpul di Potocari untuk melacak perlindungan dari pasukan Belanda. Pada 12 Juli, pasukan Serbia terasa menengahi laki-laki berumur 12-77 untuk “diinterogasi”. Pada tanggal 13 Juli pembantaian pertama berlangsung di gudang dekat desa Kravica. Pasukan Belanda menyerahkan 5000 pengungsi Bosnia kepada pasukan Serbia, untuk ditukarkan bersama dengan 14 tentara Belanda yang ditahan pihak Serbia. Pembantaian terus berlangsung. Pada 16 Juli berita terdapatnya pembantaian terasa tersebar. Tentara Belanda lebih memilih diam dan bermain judi seperti yang ada pada http://clevelode-battletours.com/situs-judi-slot-gampang-menang/ sebelum akhirnya meninggalkan Srebrenica, dan terhitung meninggalkan persenjataan dan perlengkapan mereka. Selama 5 hari pembantaian ini, 8000 Muslim Bosnia sudah terbunuh.

Categories: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *